Friday, May 27, 2005
I was almost at the end
Perjalanan pulangku hari ini tidak menyenangkan seperti yang selalu ku amali.Aku terbang menuju Balikpapan dengan Dolphin. Cuaca telah memburuk sejak subuh. Saat choper mendarat di anjungan hujan masih rintik. Ada perasaan tenang berharap cuaca akan membaik. Akan tetapi baik pilot maupun penumpang tak ada yang menduga 3/4 penerbangan bisa saja menjadi akhir hidup seisi Choper.
Kami terbang menenbus awan hitam. Alur Mahakam yang biasanya kunikmati tak nampak sudah meskipun terbang rendah. Awan putih pertama yang ditembus hanya 5 menit tak berpengarih padaku. Akan tetapi setelah awan putih ditembus berlanjut dengan awan hitam tanpa ujung...siapapun akan merasa pada akhir. Kurasakan Choper berguncang. Jarak pandang nyaris tak ada karena semua hanya putih. Cukup lama kami berusaha menembus awan hingga kami mampu melihat sesuatu. Akan tetapi ternyata kami terbang terlalu rendah, hingga pilot harus menukiknya naik walau pun hujan kian deras. Pak Garendi-Medik yang duduk di sebelah kananku tampak tegang. Ku tak melihat ekspresi 5 penumpang lainnya.
Perasaan lega saat Sepinggan terlihat, kami boleh sedikit bernafas lega. Ku lihat 2 pesawat komersial berputar balik, batal take off, pasti alasan cuaca! Kami semua tak peduli keluar Choper basah kuyup. 7 Choper yang biasa beroperasi tampak parkir rapi depan hanggar. We were the only who flight! All the flight were canceled today..(pipit)
Well..goodbye Hibiscus! Never forget the face of you
posted by Savitri @ 7:38 PM   0 comments
Thursday, May 26, 2005
The Story of Savitri & Satyavan
Savitri was the beautiful daughter of a wise and powerful king. The fame of Savitri's beauty spread far and wide, but she refused to marry, saying that she would herself go out in the world and find a husband for herself. So the king chose the best warriors to protect her, and the princess wandered throughout the country searching for a prince of her choice.

One day she reached a dense forest, where dwelt a king who had lost his kingdom and fallen into his bad days. Old and blind he lived in a small hut with his wife and son. The son, who was a handsome young prince, was the sole comfort of his parents. He chopped wood and sold it in the countryside, and bought food for his parents, and they lived in love and happiness. Savitri was strongly drawn towards them, and she knew her search had come to an end. Savitri fell in love with the young prince, who was called Satyavan, and was known for his legendary generosity.

Hearing that Savitri has chosen a penniless prince, her father was heavily downcast. But Savitri was hell-bent on marrying Satyavan. The king consented, but a saint informed him that a fatal curse laid upon the young prince: He is doomed to die within a year. The king told her daughter about the curse and asked her to choose someone else. But Savitri refused, and stood firm in her determination to marry the same prince. The king finally agreed with a heavy heart.

The wedding of Savitri and Satyavan took place with a lot of fanfare, and the couple went back to the forest hut. For a whole year they lived happily. On the last day of the year, Savitri rose early and when Satyavan picked up his axe to go into the forest to chop wood she requested him to take her along, and the two went into the jungle.

Under a tall tree, he made a seat of soft green leaves and plucked flowers for her to weave into a garland while he chopped wood. Towards noon Satyavan felt a little tired, and after a while he came and lay down resting his head in Savitri's lap. Suddenly the whole forest grew dark, and soon Savitri saw a tall figure standing before her. It was Yama, the God of Death. "I have come to take your husband," said Yama, and looked down at Satyavan, as his soul left his body.

When Yama was about to leave, Savitri ran after him, and pleaded Yama to take her too along with him to the land of the dead or give back the life of Satyavan. Yama replied, "Your time has not yet come, child. Go back to your home." But Yama was ready to grant her any boon, except Satyavan's life. Savitri asked, "Let me have wonderful sons." "So be it", replied Yama. Then Savitri said, "But how can I have sons without my husband, Satyavan? Therefore I beg of you to give back his life." Yama had to give in! Satyavan's body came back to life. He slowly woke up from the stupor and the two gladly walked back to their hut.

So strong was the single-minded love and determination of Savitri that she chose a noble young man for her husband, knowing that he had only a year to live, married him with all confidence. Even the God of Death had to relent, and bowed to her love and devotion. (Taken from www.hinduism.about.com)

Where is my Satyavan..

posted by Savitri @ 1:53 AM   0 comments
Tuesday, May 24, 2005
I swear he's God
...
...
...
If I could see you another day..
posted by Savitri @ 5:49 AM   0 comments
Monday, May 23, 2005
Hooooooaaaaaaammmm

Sleepy! Posted by Hello
Ini akibatnya kalo gak bisa tidur..teler abis waktu jam kerja!
Something wrong with me..gak biasanya.
posted by Savitri @ 11:06 PM   0 comments
Saturday, May 21, 2005
Evening Barbequing
Ternyata kebiasaan di Hibiscus setiap malam minggu jam 7 malam adalah acara barbeque di portside view, menarik!
Malam ini gak banyak yang datang, karena aktivitas belum normal. Hanya ada aku, Odd, Garry, Valentine, dan 2 orang dari Transocean. Menunya steak, saussage, chicken barbeque, dan udang gede..yummy! Tatanan mejanya seperti garden party. Kursi meja kayu dengan beberapa makanan - minuman, buah-buahan dan bumbu-bumbu tersedia di meja. Ada jacket potato, macam-macam roti, kroket tapi sayang gak ada nasi..(susah jadi minoritas!). Kita disuguhkan pemandangan waitress yang sibuk membakar daging, sosis, dan udang. Baunya benar-benar menggoda lidah..

Aku memilih duduk mengahap ke arah sungai. Kelihatan dengan jelas sisi sungai dengan jajaran nipah dan kerlap kerlip lampu rumah penduduk yang nun jauh di sana. Tak banyak patah kata yang aku keluarkan diantara perbincangan mereka..aku hanya ingin menikmati suasana malam ini dan sedikit melamun. Bagus juga trik-nya to make me feel like home!

Well.. malam yang menyenangkan, dengan suasana beda..(pipit-050521)
posted by Savitri @ 7:16 PM   0 comments
Thursday, May 19, 2005
Kututup dunia hari ini

The other side of Mahakam in sunset 6pm *Pic by SavitriPosted by Hello

Kututup duniaku hari ini..
Kurenungi detik-detik yang kulewati
Mensyukuri nikmat Ilahi lewat panca indera,hati dan akal pikiran yang diberi-Nya
Kusampai pada akhir..Dunia ini indah, jika aku tahu bagaimana membuatnya indah
Hingga aku tak kan pernah menyesal jika mentari esok tak bisa kunikmati lagi
posted by Savitri @ 5:31 PM   0 comments
Wednesday, May 18, 2005
Dia
Dia adalah pesona
Dia adalah keindahan
Dia adalah ketulusan
Dia adalah ketenangan
Dia adalah keperkasaan
Dia adalah kewibawaan
Dia bukan suatu kebetulan

Ternyata masih tersimpan di alam ini satu keindahan mutlak
Dan aku masih
sempat
menjadi
saksi
keberadaan
D I A D I A D I A D I A D I A D I A D I A D I A.....

I Believe in God, someone deserve to get the beauty in this world
(Hibiscus, 18may'05)
posted by Savitri @ 4:45 PM   0 comments
Monday, May 09, 2005
Kujelang hari
Chemistry pagi hari sangat berpengaruh jalannya kehidupan.Hmm..that’s the big rule for me!

Sebel banget rasanya kalau pagi itu cuaca mendung, rasanya kurang semangat. Apalagi ditambah kejutan yang bikin jantung mau copot, mulut pengen mengumpat seperti ‘ Savitri, I think you have to go this morning!’. Padahal itu masih jam 6:00, aku masih terbaring di tempat tidur.

Paling TOP kalau pagi itu matahari bersinar cerah dan langit biru muda. Rasanya semangat banget, siap menjalani hari yang menyenangkan. Apalagi jika diawali dengan rencana-rencana yang menggembirakan…’You will get your promotion soon’..hmmm..;=)
posted by Savitri @ 6:40 AM   1 comments
Thursday, May 05, 2005
Christian Bautista VS Sheila
Peringatan: berbahaya jalan-jalan ke toko musik jika anda maniak musik tertentu!

Waktu, tempat, pelaku:
Selasa, 3 Mei 2005, 16:00 AM
Disc Tara
Aku, 3 store men, beberapa pengunjung

Niat: beli CD Christian Bautista
Sebab : Beberapa minggu yang lalu, salah seorang teman yang ada di pekanbaru mengirimkan 2 lagu mp3 Christian Bautista ‘The Way you look at me’ dan ‘Hands to Heaven’. Aku jadi penasaran dengan lagu2 si mas Chris yang mendayu-dayu dan romantis banget .

Kejadian: di tempat kejadian, aku langsung menuju deretan rak CD. Liat sana, tengok sini, ketemu CD mas Chris. Hmmm...liat2 judul lagu2nya, ada lagu2 itu, got it! Tapi hmm..ada suara musik mengalun paling nyaman sedunia. Tunggu..tunggu..ada suara bass yang kental banget. Trus..trus..ada suara cewek seksi banget, Sheila nyanyiin ‘Waiting for You’ Richard Marx. Oh..oh…mana CD-nya..cari..cari..gak ada! Tanya mas yang jaga. Ternyata tinggal satu! Mulai bingung..apalagi, berdiri di depan deretan CD2 jazz. Tarik napas..suara musik itu terus mengalun. Apalagi mas yang jaga toko kayaknya lagi nyobain muter semua CD2 jazz terbaru dan langka. Suaranya semakin memenuhi ruang ‘riang’ otak-ku. Cd mas Chris di tangan kanan, CD Sheila di tangan kiri..kali ini Sheila harus menang mutlak.

Mas Christian Bautista..maaf yah, saya nggak sanggup meninggalkan habit saya kalau sudah denger musik jazz. Sebagai laki-laki mas Chris harus mengalah dulu deh kali ini..the power of Sheila lebih kuat!*=)
posted by Savitri @ 9:13 PM   0 comments
Wednesday, May 04, 2005
Telor Ceplok Setengah Mateng
Saat makan malam 2 hari yang lalu, aku teringat ceplok setengah matang buatan ibu. Begitu menggairahkan lidahku. Putih bersih , karena tidak dibalik. Bulatan putih dan kuning telurnya sempurna. Kuning telurnya masih lembek. Ditambah sedikit garam..hmm..Makannya pakai nasi putih panas yang dicampur mentega..mmmm..I totally miss my Mom!

Tapi apa daya, telor ceplok gosong buatan Cheft di galley juga gak buruk-buruk amat. Bulatan kuningnya masih sempurna. Walaupun putih telurnya sudah gak berbentuk. Walaupun tanpa rasa garam ditengahnya. Memang gak bisa dibandingkan ceplok buatan ibu. Tapi cukup memuskan kerinduanku akan ceplok telor setengah matang buatan ibu Susilaningsih (my Mom). Dan satu lagi, memasaknya dengan bumbu Kasih Sayang seorang ibu..(nah kalo cheftnya masak telor ceplok pake Kasih Sayang juga, gimana dunk?!lain ceritanya deh..)
posted by Savitri @ 5:05 PM   0 comments
Tuesday, May 03, 2005
Satu cuplikan pagi
Sinar pagi-Nya membawa kedamaian
Taken at 3 May 2005, 5:00 AM, Delta Mahakam
posted by Savitri @ 6:15 AM   1 comments
Monday, May 02, 2005
Puisi kiriman seorang sahabat
This poem originally taken from Nheo's email to me on April.

She is my best friend by Tasha Smith

She is my best friend
She's better than the rest
She makes all the better things better
And the better, best
She is always there for me
When I need her mostShe's not high on herself
She doesn't brag or boast
Sure, we both have problems
Similar in size
But we are there for each other
Just to sympathize
When everything goes wrong
And it seems like no one cares
She is always there
To wipe away the tears
I do my best to help her
I try with all my might
To make her world a better place
To make it all seem right
Each of us thanks the other
For all that we have done
And how just by being a friend
Life is much more fun

this poem dedicated for my bestfriends (you know who you are)...
thanx for being my friend and sister
posted by Savitri @ 7:10 PM   1 comments
Lagu Lama
Jujur, aku malu mengakui jika aku mendapatkan copy-an single ini dari seorang teman asal Philiphina beberapa minggu yang lalu

Tersiksa Lagi
(Syaharani)

Kala surya menghilang
Bulan dan bintang kan bersemi lagi
Bagaikan pelita yang sedang menyinari sukma yang dilanda lara duka nestapa

Kala burung berkicau
Mantari pagi akan datang lagi
Menghangatkan hati yang dimabuk asmara yang menyiksa lara

Dimanakan akan kucari pengganti dirimu
Entah dimana..dimana..dimana akan kucari
Mengapakan diri ini akan tersiksa lagi
Entah mengapa oh mengapa tersiksa lagi
posted by Savitri @ 12:26 AM   0 comments
Sunday, May 01, 2005
Malam-malam-ku
Ups, sudah 1 mei….waktu berlalu begitu cepat.
Akan lebih cepat jika kamu menjalani hidup sepertiku.
12 jam bekerja shift malam, dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi.
Selalu ada saja yang menarik kukerjakan dari malam-malam yang kulalui
Mulai dari hal – hal yang menyangkut soal kerjaan, sampai hal – hal yang mungkin kamu anggap kurang kerjaan. Mulai dari kejadian yang bikin jantung mau copot sampai yang bikin hati kembang kempis.
Pernah suatu malam, segalanya kacau balau. Sensor yang katanya akurat itu bekerja malfungsi. Bacaannya melonjak tidak karuan. Belum lagi 2 komputer yang 3 komputer yang aku pakai crash! Telepon berdering meminta ini itu plus bertanya hal-hal yang kurang tepat ditanyakan saat keadaan kacau balau. Initnya PANIK. Malam itu benar-benar melelahkan.
Tapi ada juga malam yang kulewati begitu tenang. Semua peralatan berjalan dengan baik. Outputnya pun menggembirakan. Rekan-rekan kerja sangat koperatif. Kurasakan nikmatnya bekerja.
Malam yang lain kulewati chatting dengan teman-teman senasib satu pekerjaan denganku yang berada di lokasi yang berbeda. Lagipula jika bukan dengan mereka, siapa yang mau chatting sampai subuh sambil kerja?!
Soal malam yang bikin hati kembang kempis itu lain lagi. Ini sangat jarang terjadi tapi efeknya sangat mempengaruhi derasnya adrenalin kebahagiaan. Ini terjadi jika seseorang yang mulai menempati ruang hati kamu menelpon, mengirim pesan atau mengajak ngobrol.
Sepersepuluh dari 12 jam itu adalah porsi untuk rasa mengantuk akibat kurangnya supply oksigen. Waktunya bangkit dari duduk, meregangkan otot2 yang kaku, berjalan sempoyongan ke coffee shop. Menyeduh kopi, menghirup harumnya, melewati indra penciuman lalu sampai ke otak. Hmmm, segar!
Bagaimanapun caranya aku melewati malam, aku puas dengan malam-malam itu. Apalagi saat kepala sumpek, aku melihat bulan sedang bulat-bulatnya bersinar hingga pantulannya terlihat jelas di permukaan Mahakam.(pipit*)
posted by Savitri @ 11:24 PM   0 comments
About Me


Name: Savitri
Home: Indonesia
About Me: Perempuan biasa dengan hidup tidak biasa yang berusaha tetap biasa
See my complete profile

Photo Blog
www.flickr.com
Previous Post
Archives
Links
Affiliates
15n41n1