| Mengutip dari judul sebuah film Ethan Hawk - Julie Deply Before Sunrise Rasanya belum lama saya tidur ketika saya merasakan silaunya cahaya matahari yang menyelinap di sela - sela gordyn kamar. Tapi sungguh saya tidak ingin lepas dari jiwa saya semalam. Ciuman dan harum tubuhnya sungguh masih dapat saya rasakan. Dansa - dansa kami.. Senyum - senyum kami.. Berjuta arti pandangan mata kami.. Pelukannya.. Harum aroma tubuhnya ketika kami berdekatan Bisikan - bisikan lembut di telinga Kecupan lembutnya di kening saya Hingga ciuman - ciuman kami Saya sungguh sadar apa yang saya lakukan.. Saya hanya berada pada kesenangan semu.. Raga saya tak mampu menolak pelukan - pelukannya yang lembut Bisikan - biskan lembut ditelinga saya Erangan lembutnya ditengah kecupan dan ciumannya Dari berjalan kaki di sepanjang kota ini Menikmati musik - musik era 90an yang diputar malam itu Berdansa dengan hangat Menikmati minuman -minuman terbaik dan harumnya tembakau Dari pub sampai ke strip club Hingga ciuman - ciuman hangatnya di dalam taksi yang membawa kami pulang Menikmati rebahan kepalanya di bahu saya Sungguh berat meninggalkan malam Tolong matahari jangan datang terlalu cepat untuk kami Mengapa detik jam terasa terlalu cepat? Saya masih ingin merasakan kehangatannya Menopang dagunya yang rebah di bahu saya Kami ingin jalan tanpa akhir Kami ingin waktu yang tak berubah Hanya untuk merasakan kenikmatan yang hanya berumur semalam Karena setelah matahari menyapa..kami berubah menjadi diri kami sendiri Ingin saya berteriak, Tolong jangan akhiri malam ini!! Sunggup saya tak ingin melepaskan pelukan hangatnya Atau menghentikan ciumannya Ps. Dia baru saja mengetuk pintu kamar saya untuk mengucapkan selamat tinggal..sisa - sisa harum parfumnya yang masih bisa saya rasakan… Premier Travel Inn Newark, 15 September 2006 |